Menciptakan Desain Hunian Untuk Planet Mars

By | May 7, 2019

Sekarang ini telah ramai diperbincangkan bahwa planet Mars diyakini sebagai planet yang layak huni. Para peneliti membuktikan fakta-fakta yang mengungkapkan bahwa planet merah ini memenuhi kriteria yang dibutuhkan manusia untuk ditinggali. Kriteria itu sendiri meliputi: memiliki kandungan air maupun energi, memiliki lima unsur dasar kimia (karbon, oksigen, hidrogen, nitrogen, dan fosfor), serta memiliki perbedaan waktu yang mampu menentukan siang dan malam.

Rupanya hal itu dilanjutkan dengan mulai adanya kompetisi untuk membangun rumah masa depan untuk ditempati di planet Mars. Bukan main, NASA dan America Makes sebagai sponsor kompetisi ini menawarkan hadiah sebesar US$25.000 atau setara Rp367 juta. Kompetisi 3D yang dinamakan Printed Habitat Challenge for Mars ini mensyaratkan pesertanya untuk merancang habitat yang menggunakan bahan-bahan dari planet Mars.

Menyoroti hal itu, rupanya Space Exploration Architecture (SEArch) dan Clouds Architecture Office (CAO) yang merupakan salah satu tim konsorsium arsitektur dan penelitian ruang angkasa mulai merancang Ice House. Ice House ini akan direncakan menggunakan permukaan es yang berada di wilayan utara yang akan dijadikan sebagai kerangka hunian vertikal tipis.

Beginilah Tampilan Rumah Pohon Modern

Ketika kecil, kita pasti pernah memimpikan rumah pohon seperti yang sering dilihat di film-film. Konsep rumah yang menempel di pohon besar sambil menikmati pemandangan dari atas sangatlah diimpikan ketika itu. Namun nyatanya, lambat laun rumah pohon tampaknya tidak lagi terdengar kehadirannya.

Di era serba modern ini, rupanya ada yang mendesain rumah pohon dengan tampilan yang lebih modern. Sebut saja The Skyshpere yang bentuknya terinspirasi dari rumah pohon. Jono Williams selaku desainer sekaligus teknisinya berniat membangunnya mirip dengan struktur rumah pohon. Memiliki tampilan seperti menara, rumah pohon modern ini menghadirkan fitur canggih yang terintegrasi dengan ponsel pintar.

Jadi, sebagian perangkatnya dikendalikan melalui ponsel pintar. Tak hanya itu, kita juga dapat menangkap pemandangan dari luar berkat bukaan jendela yang lebar. Struktur jendela sengaja dibuat melingkar 360 derajat sepanjang 14 meter dengan ketinggian 2 meter. The Skysphere kabarnya menghabiskan dana 50.000 dollar AS atau setara Rp699 juta dalam proses pembangunannya.

Beberapa rumah modern seperti diatas tentunya dilengkapi dengan sebuah genset sebagai sumber energi listrik alternatif. Agar pada saat terjadi listrik padam dari aliran pusat rumah tetap bisa nyaman. Untuk mendapatkan genset yang murah bisa didapatkan dari suplier jual genset silent 100 Kva di Jakarta.