LIKA-LIKU IKUT BEASISWA

By | January 10, 2019

Siapa bilang ikut beasiswa itu senang?. Siapa bilang itu gampang?. Itu hanya omong kosong. Ikut program beasiswa ngak semudah ikut program KB. (lah kok OOT). Oke back to the topic, kalian pasti pernah berpikir kan, “Halah gw kan anak orang kaya, ngapain juga ikut beasiswa!”,”Beasiswa hanya untuk orang miskin.”, Ehh asal kalian tau ya sebagai orang yang tidak mampu beasiswa merupakan angin segar. Bagaimana tidak disamping tingkat ekonomi yang rendah, kamu diharuskan untuk tetap sekolah. Itu semua membuat hal yang berbau pendidikan menjadi ancaman Monster bagi rakyat Indonesia.

Kembali ke topik utama, aku yang notabenenya orang tidak mampu harus berpikir keras bagaimana untuk tetap bisa Kuliah dengan segala keterbatasan. Karena aku tau bahwa kedua orangtuaku itu sudah susah payah dalam mencari nafkah. Aku tidak heran jika mereka menolak mentah-mentah keputusanku saat ingin lanjut kuliah S1. Meskipun begitu, aku tetap nekat untuk tetap masuk perguruan tinggi yang aku sukai. Aku mencari berbagai cara bagaimana caranya agar aku bisa masuk ke Universitas Favoritku. Entah itu aku harus membunuh orang, atau menyuap pegawai mereka. Ups,

Saat aku melewati impianku, aku mendengar kabar bahwa ada Program Beasiswa S1 Di Dalam Negeri. Itu seperti angin segar bagiku, seperti aku lolos dari penjara yang selama ini menjeratku, Ehemm.. Mulai alay. Jadi aku memutuskan untuk ikut dalam seleksi beasiswa tersebut. Berbagai persyaratan harus aku penuhi, entah itu dari nilai akademis harus bagus, sehat jasmani rohani, dan persyaratan yang terlalu ribet. Tapi tak apalah demi menggapai cita-citaku, aku rela menghabiskan waktuku untuk dapat menyelesaikan berbagai administrasi beasiswa.
Aku tak peduli bagaimana aku akan diterima atau tidak, namun hanya inilah satu-satunya cara agar aku dapat masuk ke Universitas yang aku impikan. Penantian yang panjang telah menuju ujung batas. Saatnya pengumuman penerima beasiswa. Aku korbankan cucian baju ibuku yang belum kucuci hanya untuk melihat hasil seleksi. Dan kalian tau, ternyata banyak sekali yang ikut program beasiswa ini. Ada sekitar 500 anak yang mengikuti seleksi, namun hanya 100 anak yang bisa lolos.

Aku menunggu antrian, karena terlalu banyak anak-anak seumuranku yang ikut seleksi ini untuk melihat hasilnya. Kebanyakan dari mereka banyak yang menangis terharu, ada yang sampai tertawa histeris, sampai ada yang pingsan. (ehh gak sealay itu juga sih). Tapi intinya banyak dari mereka yang kecewa karena mereka tak bisa lolos, aku jadi semakin grogi tak karuan. Bagaimana aku bisa lolos ya, aku sedikit khawatir pada diriku.
Antrian sedikit memudar, inilah kesempatanku untuk maju berperang. Aku terdesak, tersikut, dan terpental sebelum berhasil lolos ke bagian depan. Aku membaca dari atas sampai bawah, dari nomor satu sampai urut kebawah. Aku tak melihat namaku, sampai urutan ke 89 aku tetap tak bisa menemukan namaku. Mungkin ini adalah akhir bagiku????. Aku tetap melanjutkan membaca, dan sampai urutan ke 95 aku tetap tak menemukan namaku. Aku sudah mulai kesal, kenapa tak ada namaku sih. Aku memutuskan untuk mundur, namun sebelum itu aku melirik ke papan pengumuman tadi. Aku melihat sekelebat huruf. Wahyu, mataku langsung terpaku pada papan lagi.

Aku melihat ada 2 nama wahyu, berada dalam posisi 100 dan 101. Apakah itu namaku atau bukan. Aku menyipitkan mata untuk melihat jelas, “100. WAHYU DIAN PRANOTO”. Itu namaku?? Yang benar, apakah aku lolos. Aku mencoba mendekati papan pengumuman tadi. Aku menjilat papan itu. Aku mendekat ke papan. Iya memang benar, ini namaku!!!. AKu sangat senang sekali, aku menendang papan pengumuman tadi hingga ambruk. Tiba-tiba semuanya hening menatapku, aku jadi salting.

Aku kembali dengan perasaan bahagia. Ini membuatku bersemangat, aku pulang dengan rasa bangga. Kedua orangtuaku heran melihatku seperti orang gila, aku memeluk mereka mencium bau keringat dan basah tubuh mereka. Aku menangis di pelukan mereka, aku menceritakan apa yang kualami. Dan asal kalian tau mereka juga ikut bahagia sambil menangis, kita bertiga menangis bersama. Dan aku pun sangat senang saat hari itu. Impianku akhirnya tercapai.

Baca artikel terkait : Program Beasiswa S1 Di Dalam Negeri